Thursday, December 15, 2005

riset pasar modal dan direksi bej

Riuh rendah proses pemilihan direksi Bursa Efek Jakarta (BEJ) dapat terdeteksi dari pemberitaan media massa. Hal ini mencerminkan betapa pentingnya peran direksi BEJ dimata para stakeholders pasar modal. Paket-paket yang maju sebagai kandidat tentu dituntut untuk membawa BEJ mencapai visi dan misinya.

Selayaknya proses pemilihan ini jangan mirip pemilihan kandidat partai politik. Pemilihan yang hanya ramai dan fokus pada pemilihan orang namun mengabaikan program. Kandidat terpilih memang haruslah merupakan orang yang terbaik. Namun, tak kalah penting dari itu adalah program kerja. Idealnya program dipenuhi dengan ide-ide segar untuk penyempurnaan bursa dimasa depan. Untuk itu penting untuk didengar, angin segar apa saja yang akan digagas oleh kandidat terpilih.

Peran riset di pasar modal

Bagi otoritas pasar modal pengambilan keputusan serta penetapan kebijakan akan lebih efektif bila didukung dengan informasi yang berkualitas tinggi. Antara lain informasi itu haruslah akurat, obyektif, valid serta dapat merepresentasikan kondisi yang sebenarnya.

Bagi investor pasar modal, hasil riset dapat meningkatkan pengetahuan serta pemahaman tentang segala aspek pasar modal. Dengan dukungan informasi serta pengetahuan tadi, investor dapat bertindak lebih rasional. Investor yang rasional adalah prasyarat dalam kajian serta pembangunan teori-teori keuangan. Investor yang rasional akan mengapresiasi emiten yang memang kinerjanya baik serta ‘menghukum’ emiten dengan kinerja sebaliknya secara proporsional. Demikian juga ia tidak akan overreaction atau underreaction yang menjurus ke panik karena ia dapat membedakan rumor dengan fakta yang logis.

Riset pasar modal mencakup area yang luas. Ia bisa menemukan fakta dan fenomena baru, menjelaskan bagaimana terjadinyanya suatu fenomena keuangan di pasar modal. Demikian juga ia dapat menarik benang merah dari serangkaian fenomena yang terjadi lewat penjelasan hubungan antar faktor di pasar. Pada tataran berikutnya, bisa saja riset kemudian menemukan suatu teori baru yang unik terjadi di BEJ.

Pada banyak penelitian tentang pasar modal, emerging markets (pasar yang sedang berkembang bila diukur dari kapitalisasi bursa terhadap GDP-Produk Domestik Bruto suatu negara) terbukti kadang-kadang menunjukkan anomali atau penyimpangan-penyimpangan atas teori-teori keuangan yang ada. Dengan demikian, sebelum suatu teori dijadikan landasan berpikir di BEJ, bila ia berasal dari developed markets , tentu harus divalidasi terlebih dahulu lewat replikasi riset tersebut di BEJ. Temuan riset dapat memvalidasi apakah teori tadi berlaku atau tidak di BEJ.
Sebagai ilustrasi, dengan mengadopsi praktek-praktek GCG ( good corporate governance ) teori mengatakan bahwa kinerja suatu emiten dapat meningkat. Di pasar modal negara maju, riset mengatakan ya. Namun bila dilakukan di BEJ, belum tentu demikian. Bila ternyata tidak mengkonfirmasi hasil riset-riset terdahulu, tentu tidaklah mengherankan bila praktek GCG di BEJ masih harus didorong lebih keras. Karena emiten tidak merasakan hasil yang nyata bagi dirinya.


Riset pasar modal diharapkan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan aplikatif baik tentang aspek mikro maupun makro dari pasar serta pelaku pasar modal. Misalnya pertanyaan sederhana apakah calon emiten merekayasan laporan keuangannya sebelum go-public lewat manajemen laba (earnings management) agar nampak lebih ‘cantik’ dimata calon investor. Riset yang dapat menjawab pertanyaan ini jelas amat berguna bagi BEJ serta investor. Demikian juga tentang mengapa terjadi perbedaan harga IPO dengan harga yang terbentuk di pasar pada hari pertama (underpricing), padahal seluruh informasi diasumsikan sudah dibuka sebelum IPO.


Pengaruh aspke makro ekonomi juga harus dipahami oleh investor dengan baik. Apakah ada pengaruh nilai tukar, suku bunga, kinerja pasar regional dan sebagainya terhadap kinerja pasar atau kinerja suatu sektor. Bila ada, maka pertanyaan lanjutan adalah berapa besar pengaruhnya? Sejauh ini bila mengutip analis pasar, investor akan menemukan inkonsistensi serta penjelasan yang hanya bersifat normatif. Bila pasar regional turun, IHSG juga turun maka disebutkan karena pengaruh pasar regional. Sebaliknya bila pasar regional naik, seharusnya IHSG juga naik. Namun pada banyak kasus tidak demikian.

Kondisi aktual

Riset-riset di pasar modal yang sudah pernah dilakukan selama ini secara kuantitatif cukup banyak. Namun sebagian besar memiliki kesamaan masalah, yang justru sangat substantif secara ilmiah. Pertama, hampir seluruh riset menyatakan bahwa kelemahan dari riset adalah jumlah sampel penelitian yang terbatas atau periode yang dicakup tidak cukup panjang. Hal ini jelas memperlemah hasil temuan riset tadi. Sampel yang kurang dianggap tidak dapat merepresentasikan kondisi yang sebenarnya.

Kedua, bila metode pengumpulan data adalah lewat kuisoner atau daftar pertanyaan yang disebar ke emiten, maka hampir semua riset menunjukkan kolektibilitas yang amat rendah bahkan kurang dari 20%. Respons dari emiten untuk menjawab kuisoner masih memprihatinkan. Contoh aktual adalah ketika temuan riset di pasar modal negara maju menyatakan bahwa kompetensi profesional , frekuensi rapat serta materi rapat komisari emiten berpengaruh secara signifikan terhadap penegakan praktek-praktek GCG. Riset tentu harus menggunakan kuisoner untuk memperoleh data-data tadi. Respons yang minimal dari emiten akan sulit untuk menarik kesimpulan apakah temuan riset diatas juga berlaku di BEJ. Bila berlaku, tentu dapat dibuat kebijakan bahwa komisaris independen haruslah orang yang memiliki kompetensi profesional yang sesuai dengan kegiatan emiten dengan frekuensi serta agenda rapat yang terdokumentasi baik.

Peran BEJ

Direksi BEJ diharapkan dapat mendorong berkembangnya riset pasar modal lewat beberapa cara. Pertama, BEJ mempermudah akses data dengan penyediaan data secara elektronik. Keterbatasan sampel data seperti yang dihadapi selama ini dapat diatasi lewat akses data yang lebih mudah dan murah. Salah satu contoh data penting adalah prospektus emiten. Bila dibuat dalam versi elektronik dan diload ke website BEJ. Bandingkan dengan praktek selama ini yaitu memfotocopy 300 lebih prospektus dan mengentry data tadi manual sebelum diolah.

Akses data yang mudah dan murah juga mencakup data yang berukuran besar seperti data detail perdagangan. Riset-riset yang mencoba menerangkan intra-day trading, aftermarket liquidity serta likuiditas saham memerlukan data mengenai bid-ask spread, volume, frekuensi perdagangan per broker, frekuensi per saham dan sebagainya. Data-data ini jelas tidak dapat diakuisisi secara manual untuk kemudian diolah.

Kedua, kapasitas peneliti atau sumber daya manusia. Bila BEJ harus melakukan sendiri tentu dibutuhkan sumber daya yang besar dan mahal. Untuk itu kerjasama dengan universitas-universitas dapat digalang. Suatu topik atau issue yang membutuhkan riset empirik, BEJ menyediakan akses data elektronik. Universitas menyediakan tenaga-tenaga peneliti berupa mahasiswa-mahasiswa yang memiliki minat serta topik penelitian tentang pasar modal dan dibimbing oleh promotornya.

Demikian juga untuk proposal penelitian yang membutuhkan peran responden berupa pengisian kuesioner. BEJ dapat memfasilitasi dengan mendorong para emiten untuk merespons kuisoner yang sudah direview terlebih dahulu. Bahkan BEJ dapat membangun data-base berdasarkan kuesioner-kuesioner terdahulu, sehingga emiten tidak direpotkan oleh pengisian beberapa kuesioner dengan informasi yang sama.

Hasil penelitian tentu dapat digunakan bersama. BEJ dan investor memperoleh informasi untuk pengambilan keputusan dan penentuan kebijakan. Bagi para akademisi penelitian aktual di pasar modal dapat memberikan pemahaman yang lebih membumi tentang teori-teori pasar modal. Secara khusus bagi mahasiswanya dapat mempercepat penyelesaian thesis maupun disertasi.

Angin segar seperti ini tentu dinantikan dari paket direksi BEJ yang baru, entah siapapun mereka. Sehingga terjalin keterkaitan antara praktek-praktek pasar modal dengan teori-teori akademik secara khusus berlaku untuk pasar modal di Indonesia.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home