Tuesday, January 03, 2006

korupsi oh korupsi (3)

sejatinya korupsi itu bukan definisi yang mudah...dengan demikian ia lebih dari tindakan atau tidak bertindak yang boleh-tidak....lebih luas lagi, ia merambah wilayah pantas-tidak pantas atau etika.
untuk boleh-tidak relatif mudah, tinggal dicarikan aturan hukumnya dan diukur berdasarkan acuan tersebut. untuk hla ini saja korupsi sudah dilakukan oleh hampir semua birokrat...bahkan berjamaah (istilahnya bagus sekali...) artinya sistem sudah korup dan seluruh elemen didalamnya sepakat bahwa ini harus dilakukan.
contoh yang paling mudah mengadakan perjalanan dinas fiktif untuk menghabiskan anggaran atau untuk mengisi dana taktis unit kerja atau untuk memberi kado ke hajatan pimpinan...
tidak ada yang merasa hal ini korupsi...dan tidak ada yang merasa hartanya diambil...jadi ok saja.
kalau demikian apa yang akan diberantas ? karena seluruh sistem justru merasa nyaman dengan korupsi sistemik ini...bukankah pemerintah tidak menyediakan anggaran untuk kado pernikahan staff, atau staff yang sakit atau kedukaan keluarganya ? dari mana mereka mendapatkannya, dari dana pribadi jelas amat minim.....
jadi kenapa korupsi di kalangan birokrat sudah mengakar karena sistem yang sudah korup, bukan orang per orang lagi. PEngurusan ijin, contoh lain lagi, setiap dana dari calo (yang sengaja dipelihara) akan dikumpulkan oleh kepala kantor untuk kemudian didistribusikan ke seluruh staff. apakah negara dirugikan ? tidak, staff rugi ? justru untung....kalau begitu publik yang butuh pelayanan yang rugi, ia harus membayar lebih besar daripada yang seharusnya.

lebih canggih lagi, pengadaan alat tulis suatu unit kerja direstui oleh semua orang untuk dilakukan lewat koperasi karyawan. semua berbahagia, koperasi terasa berguna, staff memperoleh tambahan, kantor mendapat jaminan pasokan, supplier mendapat order....negara rugi karena harganya seharusnya bisa lebih murah. tapi bisa juga tidak, karena kalau supplier yang memasok langsung, pembayaran lama, jadi harga harus dinaikkan juga toh.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home